Litera Siswa

Catatan Ziarah Wali Sembilan 2018

ÇA EN VAUT LA PEINE

Administrator@DJ | Selasa, 06 Maret 2018 - 11:22:09 WIB | dibaca: 716 pembaca



ÇA EN VAUT LA PEINE 

Tengah malam, tanah pamijahan menjadi saksi, jiwa jiwa yang sedang lelah dan di timpa kantuk luar biasa. Tak menyurutkan semangat mereka, para pelancong dari luar kota, yang terus merapal doa dan dzikir, berharap di kabulkannya doa dan impian.

Berkilo kilo meter berjalan tak terasa, di temani canda dan tawa yang dilontarkan sesama. Jarak yang di tempuh pada saat itu memang luar biasa jauh, untuk mencapai sebuah tempat dimana mereka bisa berdoa, mengharap wasilahnya.

Tanah pamijahan, beratus ratus anak tangga menuju makam Syekh Abdul Muhyi telah terlewati. Suara doa dan dzikir di lantangkan keras keras.

Setelah berziarah, terdapat satu lagi kegiatan namun hanya jiwa jiwa yang kuat yang boleh mengikuti nya. yang merasa tidak kuat fisik boleh meninggalkan tempat, yang merasa kuat fisik silahkan tinggal. disitulah tersisa beberapa anak tangguh yang siap menjelajahi goa pamijahan.

Perjalanan dimulai, lengkap dengan senter di tangan. kala itu goa sedang dalam keadaan tidak bagus, hujan membuat kondisi goa basah dan licin. sedikit di liputi rasa takut, mereka memasuki goa, di bibir mereka terus mereka rapalkan sholawat guna menenangkan hati yang ingin meloncat loncat. dingin, panas, licin, takut jatuh, hati hati, kagum, semuanya! sebuah pengalaman baru, luar biasa mengagumkan, menyenangkan! sebuah peristiwa yang dalam bahasa perancis berbunyi Ça en vaut la peine! 
--

VERONICA RAHMA (IPS 2)
Menikmati oksigen
030118

TERINGAT DI OTAK

Ziarah, proses pembersihan hati, berharap pengabulan, dan menambah kesabaran. Dan Tanggal 15 Desember 2017, hari dimana ziarah Walisongo dimulai.

Yang cukup berkesan dari walisongo adalah pada saat di makam Sunan Muria. Letak makam tersebut berada di puncak gunung dan kami harus menggunakan ojek untuk kesana.

Ojek disini bagaikan pengendara motor balap yang dikejar waktu berakhir pertandingan. Karena itu tubuhku sempat saja terbawa angin seperti iklan susu appeton weight gain karena kecepatan motor yang ditumpangi.

Saat berada di wilayah makam, saya sempat di tipu oleh penjual bunga dengan hasutan "Tadi teman kamu beli juga", dan sayapun membeli bunga tersebut. Saya cukup menyesal karena pada akhirnya tidak kugunakan.

Cukup menyenangkan jika mengingat momen-momen itu. Walau lelah, perjalanan Walisongo-lah adalah momen yang sangat membekas.

---

DEVITA (IPS 1)
Bernostalgia
040118





Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)